MacBook Pro 2018 Touch Bar vs MacBook Air 2020, Harganya Mirip. Pilih yang Mana?
Saat mencari MacBook bekas dengan budget sekitar Rp7–10 jutaan , dua model yang paling sering muncul adalah MacBook Pro 2018 Touch Bar dan MacBook Air 2020 M1 . Harganya memang sering bertemu di angka yang sama, sehingga banyak calon pembeli bingung menentukan pilihan.
Padahal meskipun harga mirip, karakter kedua laptop ini sangat berbeda.
Kalau kamu salah pilih, bisa saja mendapatkan laptop yang sebenarnya kurang cocok dengan kebutuhan sehari-hari.
Kenapa Harganya Bisa Hampir Sama?
MacBook Pro 2018 dulunya adalah laptop premium dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah. Karena usianya sudah cukup tua, harga bekasnya turun cukup jauh.
Di sisi lain, MacBook Air 2020 M1 merupakan generasi pertama Apple Silicon yang performanya melonjak drastis. Walaupun lebih baru, harga bekasnya juga terus turun sehingga sekarang bertemu dengan harga MacBook Pro Intel bekas.
Inilah alasan kenapa banyak orang membandingkan keduanya.
MacBook Air M1 menggunakan chip Apple Silicon yang jauh lebih efisien dan bertenaga dibanding prosesor Intel generasi
sebelumnya. Selain itu, Air M1 memakai Magic Keyboard yang menggantikan keyboard Butterfly pada MacBook Pro 2018.
Kelebihan MacBook Pro 2018 Touch Bar

1. Layar Lebih Terang
MacBook Pro memiliki tingkat kecerahan hingga 500 nits , sedangkan MacBook Air M1 berada di 400 nits . Kalau sering bekerja di luar ruangan atau dekat jendela, layar Pro terasa sedikit lebih nyaman.
2. Ada Kipas Pendingin
Karena memiliki sistem pendingin aktif, MacBook Pro dapat mempertahankan performa lebih lama ketika prosesor bekerja terus-menerus.
Contohnya saat:
- Rendering video panjang
- Compile project besar
- Export file berukuran besar
Laptop tidak akan langsung menurunkan performa karena suhu tinggi.
3. Touch Bar
Buat sebagian orang Touch Bar memang terasa gimmick.
Tapi kalau sering menggunakan aplikasi seperti Final Cut Pro, Photoshop, atau Logic Pro, shortcut di Touch Bar bisa cukup membantu mempercepat pekerjaan.
Meski begitu, banyak pengguna juga lebih menyukai tombol Function fisik dibanding Touch Bar.
4. Speaker Masih Sangat Bagus
Sampai sekarang kualitas speaker MacBook Pro 2018 masih tergolong sangat baik untuk laptop tipis.
Kekurangan MacBook Pro 2018
Nah, di sinilah mulai terlihat usia laptop ini.
Keyboard Butterfly
Keyboard Butterfly terkenal memiliki riwayat masalah seperti tombol macet atau double click pada sebagian unit. Apple bahkan pernah menjalankan program servis untuk model-model tertentu akibat masalah ini.
Intel Sudah Mulai Tertinggal
Walaupun masih cukup cepat untuk pekerjaan ringan hingga menengah, prosesor Intel generasi ke-8 sudah kalah jauh dalam efisiensi dan performa dibanding chip M1.
Lebih Panas
Saat membuka banyak aplikasi atau editing cukup berat, suhu laptop bisa cepat meningkat dan kipas mulai terdengar.
Baterai Tidak Seirit M1
Pemakaian baterainya juga jauh lebih pendek dibanding MacBook Air M1 dalam penggunaan sehari-hari.
Kelebihan MacBook Air 2020 M1

1. Performa Jauh Lebih Kencang
Ini alasan terbesar kenapa banyak orang akhirnya memilih Air M1.
Walaupun namanya "Air", performanya bahkan mampu menyaingi atau mengungguli banyak MacBook Pro Intel generasi sebelumnya dalam berbagai pekerjaan seperti:
- Editing foto
- Editing video 4K ringan
- Coding
- Office
- Desain grafis
Chip Apple M1 membawa peningkatan performa CPU sekaligus efisiensi daya yang sangat besar dibanding MacBook Intel sebelumnya.
2. Baterai Sangat Awet
Kalau sering bekerja di luar rumah, Air M1 benar-benar terasa nyaman.
Dalam penggunaan normal, baterainya bisa bertahan jauh lebih lama dibanding MacBook Pro 2018.
3. Tidak Berisik
Karena tidak memakai kipas, laptop ini benar-benar senyap.
Mau dipakai mengetik, Zoom, browsing, atau editing ringan, tidak ada suara kipas sama sekali.
4. Magic Keyboard Lebih Nyaman
Apple mengganti Butterfly Keyboard dengan Magic Keyboard yang lebih nyaman dan lebih dapat diandalkan untuk penggunaan jangka panjang.
5. Lebih Future Proof
Saat ini banyak aplikasi sudah dioptimalkan untuk Apple Silicon.
Artinya performa Air M1 masih sangat relevan bahkan beberapa tahun ke depan.
Kekurangan MacBook Air M1
Bukan berarti Air M1 tanpa kekurangan.
Beberapa hal yang masih menjadi pertimbangan:
- Tidak memiliki Touch Bar
- Layar sedikit lebih redup dibanding Pro
- Karena tanpa kipas, performa bisa sedikit turun saat menjalankan beban kerja berat dalam waktu lama (thermal throttling)
Namun untuk penggunaan harian, kebanyakan orang bahkan tidak akan merasakan kekurangan tersebut.
Jadi Pilih yang Mana?

Pilih MacBook Pro 2018 Touch Bar kalau:
- Kamu memang menyukai Touch Bar.
- Mendapat unit dengan kondisi sangat mulus dan harga jauh lebih murah.
- Membutuhkan layar yang sedikit lebih terang.
- Sering menjalankan pekerjaan berat secara terus-menerus dan tidak keberatan dengan laptop Intel.
Pilih MacBook Air 2020 M1 kalau:
- Menginginkan performa terbaik di budget yang sama.
- Butuh baterai awet.
- Ingin laptop yang tetap dingin dan senyap.
- Menginginkan dukungan software yang lebih panjang.
- Ingin investasi laptop yang masih nyaman dipakai beberapa tahun ke depan.
Kesimpulan
Kalau harga MacBook Pro 2018 Touch Bar dan MacBook Air 2020 M1 benar-benar mirip , maka MacBook Air M1 adalah pilihan yang lebih menarik untuk sebagian besar pengguna .
Performa yang jauh lebih kencang, baterai lebih awet, keyboard lebih nyaman, suhu kerja lebih dingin, serta dukungan Apple Silicon yang masih panjang membuat Air M1 terasa seperti laptop generasi yang lebih modern.
Namun bukan berarti MacBook Pro 2018 jelek. Kalau kamu mendapatkan unit dengan kondisi prima, RAM besar, SSD lega, dan harga jauh lebih murah, laptop ini masih sangat layak dipakai untuk kerja, kuliah, maupun editing ringan.
Intinya, jangan hanya terpaku pada nama "
Pro
". Di era Apple Silicon,
MacBook Air M1 justru menjadi pilihan yang lebih kencang dan lebih worth it untuk kebanyakan orang.















