Fenomena Banjir Tahunan Jakarta Kembali Terjadi Di 2026 ! Ini Penyebabnya!

Banjir yang kerap melanda Jakarta kembali menjadi kenyataan pahit bagi warga yang terdampak. Tepat pada hari ini, Senin, 12 Januari 2026 mimpi buruk itu terulang lagi, merampas tempat tinggal, melumpuhkan aktivitas, dan menyisakan kerugian yang mendalam. Bagi warga Jakarta, bencana ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kecemasan yang kini benar benar harus mereka hadapi kembali.

Mengapa Jakarta Sering Terjadi Banjir ?

Letak geografis Kota Jakarta yang berdara di dataran rendah tepat diantara hulu sungai dan pesisir, menjadikannya wilayah yang sangat rentan. Setidaknya ada tiga faktor utama yang memicu banjir tahunan :

  • Banjir akibat curah hujan lokal, Banjir di Jakarta sering kali dipicu oleh hujan berintensitas tinggi dengan durasi panjang yang terjadi langsung di wilayah perkotaan. Air hujan tersebut memenuhi saluran drainase dan aera cekung, jika volume air melampaui daya tampung, luapan pun tidak terhindarkan.
  • Banjir kiriman, Dampak posisi topografis Jakarta sebagai wilayah dataran rendah yang menjadi muara bagi 13 aliran sungai besar, Jakarta sangat bergantung pada kondisi cuaca di wilayah sekitarnya. Hujan dengan intensitas tinggi di daerah hulu seperti Jawa Barat dan Banten mengalirkan volume air yang masif menuju hilir melalui sungai sungai yang membelah jakarta.
  • Banjir ROB, Tantangan di wilayah pesisir selain faktor curah hujan dan kiriman dari hulu, Jakarta juga menghadapi ancaman banjir rob atau luapan pasang air laut. Fenomena ini utamanya berdampak pada wilayah pesisir di Utara Jakarta. Kondisi ini kian diperparah oleh fenomena penurunan permukaan tanah yang terjadi secara terus menerus.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPDBD ) Jakarta melaporkan perluasan wilayah terdampak banjir akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur ibu kota. Hingga Senin (12/1) pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak 23 ruas jalan dan 10 Rukun Tetangga (RT) di kawasan Jakarta Selatan serta Jakarta Utara terendam air.

Berikut Daftar Ruas Jalan Terdampak :

  • Jalan Anggrek, Kelurahan Rawa Badak Utara.
  • Jalan Walang Baru V11 A, Kelurahan Tugu Utara.
  • Jalan Rorotan 10, Kelurahan Rorotan.
  • Jalan Taman Stasiun, Kelurahan Tanjung Priok.
  • Jalan Rawa Indah, RT.03/03, Kelurahan Penganggsaan Dua.
  • Jalan Penganggsaan Dua Depan Apartemen Greenhill, Kelurahan Penganggsaan Dua.
  • Jalan Hybrida, Kelurahan Penganggsaan Dua.
  • Jalan Penganggsaan Dua Depan RJTM, Kelurahan Penganggsaan Dua.
  • Jalan Arteri, Kelurahan Penganggsaan Dua.
  • Jalan Agung Karya V1, Kelurahan Sungai Bambu.
  • Jalan Jampea, RW 007, Kelurahan Koja.
  • Jalan Deli, RW 007, Kelurahan Koja.
  • Lorong 22, RW 007, Kelurahan Koja.
  • Jalan Mawar, RW 002, Kelurahan Koja.
  • Jalan Cipeucang V, RW 012, Kelurahan Koja.
  • Lorong Z, RW 001, Kelurahan Koja.
  • Jalan Muara Baru, Pluit Sea Viewm Kelurahan Penjaringan.
  • Jalan Yos Sudarso, Di Depan Altira, Kelurahan Sunter Jaya.
  • Jalan Sunter Indah Raya, Kelurahan Sunter Jaya.
  • Jalan Raya Jagakarsa, Kelurahan Jagakarsa.
  • Jalan Balai Rakyat, Kelurahan Jagakarsa.
  • Jalan Kelapa Hijau, Kelurahan Jagakarsa.

Peresmian Waduk Cilangkap Giri Kencana

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, secara resmi membuka Waduk Cilangkap Giri Kencana di Jakarta Timur (12/1/2026). Peresmian ini menandai progres dari target pembangunan delapan waduk diseluruh Jakarta guna mengatasi persooalan banjir secara sistematik.

Gubernur menyampaikan bahwa sejak awal menjabat, dirinya telah menginstruksikan percepatan pembangunan infrastruktur pengendali air. " Waduk-waduk ini dibangun untuk mengatasi persoalan genangan secara langsung di lokasi lokasi yang rawan", pungkasnya.

Sebagai upaya mitigasi dini, berikut adalah langkah langkah strategis yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak sebelum bencana banjir terjadi.

  • Analisa Risiko : Kenali potensi bahaya dan tingkat risiko banjir di lingkungan sekitar tempat tinggal anda.
  • Rencana Evakuasi : Pahami rute evaluasi dengan baik dan tentukan titik kumpul atau daerah aman terdekat.
  • Tas Siaga Bencana : Siapkan tas darurat yang bersii kebutuhan pokok ( obat obatan, lampu senter, dan pakaian).
  • Digitalisasi Dokumen : Pindai dokumen penting dalam bentuk digital, amankan berkas fisik di tempat yang tinggi.
  • Modifikasi Hunian : Lakukan peninggian lantai rumah sebagai upaya perlindungan fisik jangka panjang.
  • Pemantauan Cuaca : Pantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui saluran resmi seperti BMKG atau BPBD.

Demi menjaga keselamatan jiwa dan menimalkan risiko saar banjir melanda, segera lakukan langkah langkah darurat berikut ini.

  • Prioritaskan Evakuasi : Segera menjutu ke titik pengungsian atau daerah yang lebih tinggi secara tenang dan waspada.
  • Keamanan Kelistrikan : Matikan seluruh aliran listrik dari sakelar pusat ( MCB ) untuk mencegah risiko tersengat arus listrik dalam air.
  • Gunakan Alat Pelindung : Pakailah sepatu bot dan sarung tangan guna menghindari kontak langsung dengan air kotor dan benda tajam ya.
  • Amankan Aset Penting : Pindahkan dokumen dan barang barang berharga ke tempat yang paling aman dan keting.
  • Pasokan Air Bersih : Segera tampung  atau siapkan air bersih seblum sumber air terkontaminasi oleh banjir.
  • Hindari Berkendara : Jangan memaksakan diri untuk melintasi wilayah banjir karena arus air dapat menghanyutkan kendaraan.
  • Pelaporan Darurat : Segera informasikan kondisi terkini atau permintaan bantuan kepada aparat setempat.

Langkah Pengamanan dan Pemulihan Pasca Banjir setelah  air surut, pastikan untuk mengikuti prosedur pemulihan berikut guna mnjag akesehatan dan keselamatan keluarga.

  • Waspadai Kontaminasi : Hindari kontak langsung dengan air sisa banjir karena kemungkinan besar telah tercemar limbah dan bakteri berbahaya.
  • Inspeksi Kelistrikan dan Gas : Jangan menyalakan aliran listrik atau perangkat gas seblum dipastikan benar benar kering dan aman oleh tenaga ahli.
  • Pemeriksaan Struktur : Periksa kondisi fisik bangunan secara menyeluruh untuk menidentifikasi adanya retakan atau kerusakan yang berpontensi membahayakan.
  • Sanitasi Lingkungan : Segera bersihkan rumah dan area sekitar dari lumpur serta sampah, lalu lakukan disinfeksi untuk membunuh kuman.

Kesimpulan

Banjir Jakarta tahun 2026 merupakan tantangan geografis dan struktural yang serius. Solusi dilakukan melalui percepatan infrastruktur ( seperti waduk ) oleh pemerintah, namun warga juga wajib memiliki kesiagaan mandiri melalui langkah mitigasi dan prosedur darurat yang tepat.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang wajib diisi ditandai *

Harap dicatat, komentar harus disetujui sebelum dipublikasikan.